Internal Audit ISO 9001, 14001 & 45001 untuk Kontraktor: 15 Poin Krusial

internal audit iso checklist

Internal Audit ISO 9001, 14001 & 45001 untuk Kontraktor: 15 Poin Krusial

Checklist audit internal ISO adalah daftar periksa yang dipakai auditor internal untuk memverifikasi apakah sistem manajemen mutu (ISO 9001), lingkungan (ISO 14001), dan keselamatan serta kesehatan kerja (ISO 45001) benar-benar diterapkan, baik di kantor pusat maupun di lokasi proyek. Artikel ini merangkum 15 poin pemeriksaan yang paling sering menjadi sumber temuan di perusahaan konstruksi, lengkap dengan klausul acuan, bukti audit yang perlu diminta, dan contoh temuan yang biasanya muncul. 

Baca juga: Hubungan ISO 45001 dan SMK3 KEMNAKER: Strategi Kepatuhan K3 yang Tepat untuk Perusahaan

Mengapa Checklist Audit Internal ISO Sangat Vital bagi Kontraktor?

Audit internal adalah persyaratan klausul 9.2 pada ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan ISO 45001:2018. Organisasi wajib melaksanakannya secara berkala dan terencana untuk memastikan sistem manajemen sesuai persyaratan standar dan benar-benar diterapkan. Berikut 5 manfaat audit bagi kontraktor: 

  • Memastikan kepatuhan terhadap standar ISO 
  • Mengidentifikasi risiko dan ketidaksesuaian 
  • Meningkatkan efisiensi operasional 
  • Mempermudah persiapan audit eksternal 
  • Mendukung perbaikan berkelanjutan 

Baca juga: Audit Internal Standar Lingkungan

Tahapan Audit Internal ISO 19011:2018

Checklist audit hanyalah alat/instrumen pendukung. Agar efektif, gunakan alur yang mengacu pada ISO 19011:2018 (pedoman audit sistem manajemen):

  1. Perencanaan: Tetapkan tujuan, ruang lingkup (kantor pusat atau proyek yang dipilih), kriteria, jadwal, dan tim auditor serta menyiapkan checklist audit berdasarkan persyaratan ISO yang berlaku.
  2. Pelaksanaan: Periksa dokumen, lakukan wawancara dan observasi lapangan untuk mengumpulkan bukti objektif, serta identifikasi kesesuaian dan ketidaksesuaian.
  3. Pelaporan: Susun laporan hasil audit yang mencakup temuan, klasifikasi, bukti audit, dan kesimpulan.
  4. Tindak Lanjut: Lakukan analisis penyebab dan tindakan korektif (auditee), serta verifikasi efektivitasnya sebelum menutup temuan (auditor).

Perlu diingat: auditor harus objektif dan tidak mengaudit pekerjaannya sendiri.

Master Internal Audit ISO Checklist (15 Poin Utama)

A. Kepemimpinan, Konteks, dan Perencanaan (Klausul 4, 5, dan 6)

1. Kebijakan dan Komitmen Manajemen

  • Acuan: Klausul 5.1, 5.2 (ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001)
  • Dokumen yang diperiksa: Kebijakan mutu, kebijakan lingkungan, kebijakan K3, struktur organisasi, dan program kerja manajemen.
  • Bukti audit: Dokumen kebijakan yang disahkan pimpinan, notulen rapat, bukti sosialisasi, serta hasil wawancara dengan pekerja.
  • Contoh temuan umum: Kebijakan ISO belum disosialisasikan kepada pekerja proyek atau komitmen manajemen belum diterapkan secara konsisten di lapangan.

2. Konteks Organisasi, Risiko, dan Peluang

  • Acuan: Klausul 4.1, 4.2, 6.1.1 (ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001)
  • Dokumen yang diperiksa: Analisis konteks internal dan eksternal, identifikasi pihak berkepentingan, daftar risiko dan peluang, serta rencana mitigasi.
  • Bukti audit: Matriks risiko, hasil evaluasi risiko, notulen rapat, dan bukti pelaksanaan tindakan mitigasi.
  • Contoh temuan umum: Risiko keterlambatan material atau perubahan kondisi lapangan belum dimasukkan dalam identifikasi risiko proyek.

3. Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR/HIRADC) serta Aspek Lingkungan

  • Acuan: ISO 14001 dan ISO 45001 klausul 6.1.2
  • Dokumen yang diperiksa: Dokumen HIRADC/IBPR, identifikasi aspek dan dampak lingkungan, serta rencana pengendalian risiko.
  • Bukti audit: Matriks HIRADC, daftar aspek lingkungan, JSA (Job Safety Analysis), dan inspeksi kondisi lapangan.
  • Contoh temuan umum: Risiko pekerjaan di ketinggian belum diidentifikasi atau pengelolaan limbah proyek belum memiliki pengendalian yang memadai.

4. Sasaran dan KPI Mutu, K3, serta Lingkungan

  • Acuan: Klausul 6.2 (ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001)
  • Dokumen yang diperiksa: Sasaran mutu, program K3, target lingkungan, KPI proyek, dan rencana pencapaian sasaran.
  • Bukti audit: Laporan pencapaian KPI, grafik monitoring, laporan inspeksi, dan evaluasi berkala.
  • Contoh temuan umum: Target pengurangan kecelakaan kerja sudah ditetapkan, tetapi tidak terdapat laporan pemantauan pencapaiannya.

B. Dukungan (Klausul 7)

5. Kompetensi dan Lisensi Tenaga Kerja (SKK dan Sertifikasi K3)

  • Acuan: Klausul 7.2, 7.3 (ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001)
  • Dokumen yang diperiksa: Daftar tenaga kerja, matriks kompetensi, SKK Konstruksi, sertifikat pelatihan K3, dan uraian jabatan.
  • Bukti audit: Salinan sertifikat SKK, sertifikat Ahli K3, daftar hadir pelatihan, serta hasil evaluasi kompetensi.
  • Contoh temuan umum: Tenaga kerja yang menjalankan pekerjaan berisiko tinggi belum memiliki sertifikat kompetensi atau pelatihan yang dipersyaratkan.

6. Kalibrasi Alat Ukur dan Pemantauan Pengukuran

  • Acuan: ISO 9001 klausul 7.1.5;  ISO 14001 dan ISO 45001 klausul 9.1.1
  • Dokumen yang diperiksa: Daftar alat ukur, jadwal kalibrasi, prosedur pengukuran, dan catatan pemeliharaan alat.
  • Bukti audit: Sertifikat kalibrasi, label status kalibrasi, hasil pemeriksaan alat, dan catatan verifikasi.
  • Contoh temuan umum: Alat ukur seperti theodolite atau waterpass digunakan meskipun masa kalibrasinya sudah berakhir.

7. Pengendalian Informasi Terdokumentasi

  • Acuan: Klausul 7.5 (ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001)
  • Dokumen yang diperiksa: Prosedur pengendalian dokumen, daftar induk dokumen, formulir proyek, revisi gambar kerja, dan arsip rekaman mutu.
  • Bukti audit: Daftar distribusi dokumen, riwayat revisi, persetujuan dokumen, serta arsip digital dan fisik.
  • Contoh temuan umum: Tim lapangan masih menggunakan gambar kerja versi lama atau formulir inspeksi yang belum diperbarui.

C. Pengendalian Operasional Proyek (Klausul 8)

8. Evaluasi Subkontraktor dan Pemasok

  • Acuan: ISO 9001 klausul 8.4; ISO 14001 klausul 8.1; ISO 45001 klausul 8.1.4.
  • Dokumen yang diperiksa: Prosedur seleksi pemasok, daftar subkontraktor, kriteria evaluasi, dan kontrak kerja sama.
  • Bukti audit: Formulir evaluasi vendor, hasil penilaian kinerja, sertifikat atau izin terkait, dan laporan inspeksi pemasok.
  • Contoh temuan umum: Perusahaan menggunakan subkontraktor tanpa evaluasi kompetensi atau tidak melakukan penilaian ulang terhadap kinerjanya.

9. Inspeksi Penerimaan Material (Incoming Inspection)

  • Acuan: ISO 9001 klausul 8.4 dan 8.6
  • Dokumen yang diperiksa: Prosedur penerimaan material, spesifikasi teknis, purchase order, dan formulir inspeksi material.
  • Bukti audit: Checklist incoming inspection, surat jalan, sertifikat material, hasil pengujian laboratorium, dan dokumentasi kondisi material.
  • Contoh temuan umum: Material yang diterima tidak diperiksa kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis sebelum digunakan dalam pekerjaan.

10. Pengendalian Pekerjaan Tidak Sesuai (NCR/Defect)

  • Acuan: ISO 9001 klausul 8.7 dan 10.2; ISO 14001 dan ISO 45001 klausul 10.2
  • Dokumen yang diperiksa: Prosedur penanganan ketidaksesuaian, formulir NCR, laporan defect, dan prosedur tindakan korektif.
  • Bukti audit: Laporan NCR, foto pekerjaan tidak sesuai, catatan perbaikan, hasil inspeksi ulang, dan verifikasi tindakan korektif.
  • Contoh temuan umum: Pekerjaan beton yang tidak memenuhi mutu tetap dilanjutkan tanpa evaluasi dan tindakan perbaikan yang memadai.

11. Pengendalian Operasional K3 dan Lingkungan di Lapangan

  • Acuan: ISO 9001 klausul 8.4; ISO 14001 dan ISO 45001 klausul 8.1
  • Dokumen yang diperiksa: SOP pekerjaan, HIRADC, prosedur pengelolaan limbah, izin kerja, dan rencana pengendalian operasional.
  • Bukti audit: Checklist inspeksi K3, dokumentasi penggunaan APD, izin kerja (work permit), catatan pengelolaan limbah, serta hasil observasi lapangan.
  • Contoh temuan umum: Pekerja tidak menggunakan APD sesuai risiko pekerjaan atau limbah konstruksi tidak dipilah dan disimpan sesuai prosedur.

12. Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat

  • Acuan: ISO 9001 klausul 8.4 (terkait kesiapan pengendalian penyedia eksternal bila relevan); ISO 14001 dan ISO 45001 klausul 8.2.
  • Dokumen yang diperiksa: Prosedur tanggap darurat, rencana evakuasi, identifikasi potensi keadaan darurat, dan jadwal simulasi.
  • Bukti audit: Dokumentasi simulasi kebakaran, daftar petugas tanggap darurat, catatan pemeriksaan APAR, dan laporan evaluasi drill.
  • Contoh temuan umum: Jalur evakuasi terhalang material proyek atau pekerja belum memahami prosedur penanganan keadaan darurat.

D. Evaluasi Kinerja dan Peningkatan (Klausul 9 dan 10)

13. Program Audit Internal

  • Acuan: Klausul 9.2 (ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001)
  • Dokumen yang diperiksa: Prosedur audit internal, program audit tahunan, jadwal audit, checklist, dan laporan hasil audit.
  • Bukti audit: Surat penunjukan auditor, kompetensi auditor, daftar hadir, laporan temuan, serta catatan tindak lanjut.
  • Contoh temuan umum: Audit internal tidak dilaksanakan sesuai jadwal atau auditor tidak memiliki kompetensi yang memadai.

14. Tindakan Korektif (CAR) dan Investigasi Insiden

  • Acuan: Klausul 10.2 (ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001)
  • Dokumen yang diperiksa: Prosedur tindakan korektif, formulir CAR, laporan investigasi kecelakaan, dan catatan analisis akar penyebab.
  • Bukti audit: Laporan investigasi, analisis 5 Whys, dokumentasi tindakan korektif, serta hasil verifikasi efektivitas.
  • Contoh temuan umum: Temuan audit sebelumnya muncul kembali karena tindakan korektif hanya memperbaiki masalah tanpa mengatasi akar penyebabnya.

15. Tinjauan Manajemen (Management Review)

  • Acuan: Klausul 9.3 (ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001)
  • Dokumen yang diperiksa: Prosedur tinjauan manajemen, agenda rapat, laporan kinerja, dan rencana tindak lanjut.
  • Bukti audit: Notulen rapat manajemen, daftar peserta, keputusan manajemen, dan bukti pelaksanaan tindak lanjut.
  • Contoh temuan umum: Tinjauan manajemen tidak membahas hasil audit, pencapaian sasaran, atau perubahan risiko yang mempengaruhi pelaksanaan proyek.

Poin Tambahan yang Sering Terlewat

16. Kepuasan Pelanggan (ISO 9001 Klausul 9.1.2)

  • Yang diperiksa: Metode pengukuran kepuasan pelanggan, penanganan keluhan, dan tindak lanjut masukan klien.
  • Bukti audit: Survei kepuasan, laporan keluhan, dan dokumentasi tindak lanjut.
  • Contoh temuan: Tidak tersedia evaluasi kepuasan pemberi kerja setelah proyek selesai.

17. Evaluasi Pemenuhan Kewajiban Kepatuhan

  • Acuan: ISO 14001 dan ISO 45001 klausul 9.1.2.
  • Yang diperiksa: Kepatuhan terhadap peraturan lingkungan dan K3, masa berlaku izin, serta evaluasi berkala atas kewajiban hukum.
  • Bukti audit: Daftar peraturan, dokumen perizinan, dan laporan evaluasi kepatuhan.
  • Contoh temuan: Evaluasi kepatuhan terhadap peraturan K3 dan lingkungan belum dilakukan secara berkala.

18. Konsultasi dan Partisipasi Pekerja (ISO 45001 Klausul 5.4)

  • Yang diperiksa: Keterlibatan pekerja dalam identifikasi bahaya, rapat K3, pelaporan kondisi tidak aman, dan investigasi insiden.
  • Bukti audit: Notulen toolbox meeting, laporan bahaya, dan dokumentasi investigasi insiden.
  • Contoh temuan: Pekerja tidak dilibatkan dalam identifikasi bahaya sebelum pekerjaan berisiko tinggi dilaksanakan.

Klasifikasi temuan audit 

KlasifikasiDefinisiContoh di Konstruksi
Ketidaksesuaian Mayor (Major)Kegagalan sistematis dalam memenuhi persyaratan standar yang berdampak signifikan terhadap penerapan sistem manajemen. Tidak tersedia prosedur pengendalian mutu proyek atau tidak dilakukan inspeksi pekerjaan secara menyeluruh. 
Ketidaksesuaian Minor (Minor) Ketidaksesuaian yang bersifat terbatas dan tidak menunjukkan kegagalan sistem secara keseluruhan. Formulir inspeksi material belum ditandatangani oleh petugas yang berwenang. 
Observasi (Observation) Kondisi yang belum menjadi ketidaksesuaian, tetapi berpotensi menimbulkan masalah jika tidak diperhatikan. Penyimpanan material konstruksi belum tertata optimal sehingga berisiko menyebabkan kerusakan. 
Peluang Perbaikan Saran untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penerapan sistem manajemen. Perusahaan dapat menggunakan checklist inspeksi digital untuk mempercepat pencatatan dan pemantauan hasil pemeriksaan proyek. 

Baca juga: Strategi Integrasi Audit ISO 45001 dan SMK3 pada Sektor Konstruksi & Manufaktur

Langkah Mengatasi Temuan Ketidaksesuaian (Non-Conformity) Hasil Audit

Temuan ketidaksesuaian dalam proses audit biasanya ditangani melalui alur penanganan berikut: 

  • Koreksi: perbaiki dampak langsungnya (misalnya pisahkan material reject).
  • Analisis akar penyebab: identifikasi penyebab utama temuan, agar tidak hanya menangani gejalanya. Proses ini dilakukan oleh pihak yang diaudit (auditee), bukan auditor.
  • Tindakan korektif: terapkan langkah perbaikan untuk menghilangkan akar penyebab agar tidak terulang. 
  • Verifikasi efektivitas: auditor memeriksa apakah tindakan korektif berjalan efektif atau tidak.
  • Penutupan temuan: dokumentasikan bukti dan tanggal penutupan audit. 

Metode analisis akar penyebab

Ada 2 metode analisis akar penyebab yang paling sering dipakai:

  1. Metode 5 Whys

Ajukan pertanyaan “mengapa” berulang hingga akar penyebab ditemukan. Contohnya: 

TahapanMengapaJawaban
MasalahMaterial yang digunakan tidak sesuai spesifikasi yang seharusnya 
Why 1Mengapa material tidak sesuai spesifikasi? Karena material yang diterima tidak memenuhi standar proyek. 
Why 2Mengapa material yang tidak sesuai bisa diterima? Karena pemeriksaan penerimaan material terlewat. 
Why 3Mengapa pemeriksaan penerimaan terlewat? Karena petugas tidak melakukan inspeksi sesuai prosedur. 
Why 4Mengapa petugas tidak mengikuti prosedur? Karena prosedur inspeksi belum diterapkan secara konsisten. 
Why 5Mengapa prosedur belum diterapkan secara konsisten? Karena pengawasan dan evaluasi terhadap proses inspeksi masih kurang. 
Akar penyebabProsedur dan pengawasan tidak berjalan  
  1. Diagram Fishbone

Petakan kemungkinan penyebab masalah berdasarkan faktor seperti manusia, metode kerja, material, peralatan, pengukuran, dan lingkungan kerja. Metode ini membantu auditee mengidentifikasi faktor yang berkontribusi terhadap ketidaksesuaian secara lebih sistematis.

Baca juga: Pentingnya Pengelolaan Risiko K3 dalam Proyek Konstruksi

Temuan Paling Sering di Proyek Konstruksi

  • Ketidaksesuaian dokumen proyek: Gambar kerja, spesifikasi teknis, atau dokumen pelaksanaan tidak diperbarui sesuai kondisi lapangan.
  • Kualitas pekerjaan tidak sesuai standar: Hasil pekerjaan tidak memenuhi spesifikasi teknis atau toleransi yang ditetapkan.
  • Penggunaan APD tidak konsisten: Pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri sesuai risiko pekerjaan.
  • Dokumentasi inspeksi tidak lengkap: Formulir pemeriksaan, hasil pengujian material, atau laporan inspeksi belum tersedia atau tidak terdokumentasi dengan baik.
  • Pengelolaan material kurang memadai: Material disimpan tidak sesuai ketentuan sehingga berisiko rusak atau menurunkan kualitas.
  • Ketidaksesuaian jadwal pemeliharaan alat: Peralatan kerja tidak diperiksa atau dirawat sesuai jadwal yang ditetapkan.
  • Tindak lanjut temuan sebelumnya belum tuntas: Tindakan korektif belum dilaksanakan atau belum terbukti efektif.

Optimalkan Kesiapan Audit ISO Perusahaan Konstruksi Anda Bersama Konsultan Ahli

Menghadapi audit ISO membutuhkan persiapan dokumen, evaluasi prosedur operasional, dan bukti penerapan sistem manajemen yang konsisten di kantor pusat maupun lokasi proyek. Dengan menggunakan internal audit ISO checklist yang terstruktur, kontraktor dapat mengidentifikasi celah kepatuhan lebih awal dan memprioritaskan perbaikan sebelum audit eksternal berlangsung.

SMI Konsultan mendampingi perusahaan konstruksi dalam menyiapkan sistem manajemen terintegrasi, mulai dari pelatihan auditor internal hingga simulasi audit yang membantu mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian.

Konsultasi Simulasi Audit ISO atau Minta Penawaran Pendampingan ISO 9001, 14001, 45001.

Hubungi Kami

Segera diskusikan kebutuhan Konsultansi dan Pendampingan Sertifikasi Sistem Manajemen Perusahaan Anda bersama SMI Konsultan.